Resume Mata Kuliah Minggu Ke-12 PLJ-1 (29 November 2018)



Ada beberapa sistem manajemen paket yang tersedia di GNU/Linux. Sebagian besar distribusi yang beredar memiliki sistem tersendiri dalam manajemen paketnya, beberapa diantaranya adalah yang sudah sangat populer sebagai berikut:



·         Debian Package Management System, paketnya berformat .deb (paket debian). Sistem toolnya adalah dpkg dan dikembangkan pula sistem managemen paket yang sangat memudahkan end user yakni APT (Advanced Packaging Tool). Teknologi sistem APT ini banyak di adopsi ke distribusi GNU/Linux lain, karena kemudahan dan kemampuannya yang teruji powerfull.



·         Redhat Package Manager (RPM). Format rpm ini dikembangkan oleh distribusi Redhat Linux. Umumnya rpm ini digunakan di distribusi linux turunan Redhat, didistribusi turunan Redhat yang menggunakan rpm sebagai format paketnya semacam Fedora, Centos, Mandriva dan masih banyak lainnya. Teknologi APT juga sudah diterapkan, walaupun ada perbedaan. Di Fedora ada yum, di OpenSuse ada zypper dan di Mandriva ada urpmi.



·         Kemudian di Slackware dan turunannya biasanya menggunakan format tar.gz untuk paket-paketnya dan menggunakan tool pkgtool untuk manajemen paketnya. Pkgtool merupakan salah satu sistem managemen paket tertua yang masih ada dan dipertahankan. Pada saat ini, di slackware telah disertakan sistem manajemen paket slackpkg memiliki kemampuan seperti APT, bahkan di Vector Linux telah mengadopsi APT dengan toolnya slapt-get.


Distribusi GNU/Linux itu terdapat 2 macam model distribusi packages, yaitu :

1.     Binary Packages, model ini dibuat untuk tujuan penggunaan secara umum, maksudnya penggunaan secara umum disini adalah agar dapat dijalankan di semua tipe dan arsitektur komputer. Biasanya distribusi ini juga tidak menggunakan opsi-opsi khusus yang terdapat di salah satu tipe atau arsitektur komputer tertentu.


Sedangkan yang bisa dikategorikan dengan Binary Packages ini adalah semua packages yang ber-ekstensi *.deb, *.rpm, *.tgz dan *.txz, jadi jika menginstall sebuah aplikasi menggunakan repository maka itu berarti kita menginstall dari Binary Packages yang memang sudah disediakan untuk kebutuhan komputer kita.



2.     Source Packages, seperti pada namanya distribusi ini menyertakan file source code asli dari aplikasi-nya. Biasanya pihak pengembang pasti menyertakan atau menyediakan distribusi model ini untuk di download. Sedangkan untuk end-user, bisa menggunakan source code ini jika para pengembang tidak menyertakan Binary Packages untuk distribusi GNU/Linux yang digunakan .


Coba bayangkan jika kita membuat sebuah aplikasi yang targetnya adalah Sistem Operasi GNU/Linux, installer model seperti apa yang akan kita pilih dengan banyak-ya distribusi GNU/Linux? Mau buat satu-persatu untuk tiap distribusi? Ya pasti capek kan, cara yang paling mudah yaitu, sediakan-lah source code dari aplikasi kita dan kemudian biarkan komunitas GNU/Linux sendiri yang membuatkan binary packages untuk aplikasi kita. Salah satu contoh dari source code adalah *tar.gz, *tar.bz, *tar.bz2, dll.



Pengertian Manajemen User


Dalam sistem operasi Linux juga diperlukan yang namanya manajemen user dan group. Entah apapun distro dari linux tersebut (contoh: Debian, Ubuntu, Centos, atau Redhat).
Bayangkan jika dalam suatu perusahaan yang mempunyai ratusan karyawan dan mempunyai beberapa divisi didalamnya. Tentunya manajemen sangat diperlukan untuk hal ini agar lebih mudah dalam mengontrolnya apabila ada karyawan yang ingin membuat akun baru, mengganti password, atau ada karyawan yang resign dan akunnya mesti dihapus.


Dengan adanya manajemen user dan group pada linux ini, memudahkan kita dalam membagi setiap akun user pada tiap-tiap group menurut divisinya masing-masing.
Dan juga mengatur hak kepemilikan file pada tiap-tiap user menurut groupnya masing-masing. Dalam pembahasan ini akan dijelaskan bagaimana membuat, memodifikasi, serta menghapus user dan group di linux.

Manajemen User


Untuk melihat daftar user di linux kita bisa melihatnya didalam file /etc/passwd, didalamnya terdapat beberapa informasi mengenai Username, Password, User ID, Group ID, Deskripsi, Direktori Home, dan Shell yang digunakan user tersebut, yang dipisahkan dengan tanda “:” (titik dua) pada setiap barisnya.
Berikut contoh dengan username root yang ada dalam file /etc/passwd.



root:x:0:0:root:/root:/bin/bash

·        Username = Nama user yang digunakan untuk login kedalam sistem

·        Password = Berisi password yang dienkripsi (huruf x menunjukan bila menggunakan shadow password yang dalam file /etc/shadow)

·        User ID = Angka unik yang dimiliki oleh setiap user

·        Group ID = Angka unik yang dimilik oleh setiap group, dimana tiap user bisa masuk dalam salah satu – group tersebut

·        Direktori home = Path Absolut untuk direktori home dari setiap user

·        Shell = Program yang otomatis dijalankan setiap user login kedalam sistem (Command Interpreter)



Membuat User


Untuk membuat user di linux kita bisa menggunakan perintah useradd dan adduser. Bedanya dari kedua perintah tersebut adalah useradd itu manual sedangkan adduser itu otomatis dalam membuat user. Untuk  lebih jelasnya lihat perintah membuat user pada linux dibawah ini:


1. useradd

# useradd john -m -d /home/john -s /bin/bash

Disini password untuk user john belom diatur, untuk mengaturnya jalankan perintah dibawah ini lalu ketik password untuk user john.

# passwd john

Output/Hasilnya :


Enter new UNIX password:
Retype new UNIX password:
passwd: password updated successfully
 

2. adduser

# adduser billy

Output/Hasilnya:


Adding user `billy' ...
Adding new group `billy' (1003) ...
Adding new user `billy' (1003) with group `billy' ...
Creating home directory `/home/billy' ...
Copying files from `/etc/skel' ...
Enter new UNIX password:
Retype new UNIX password:
passwd: password updated successfully
Changing the user information for billy
Enter the new value, or press ENTER for the default
Full Name [ ]:
Room Number [ ]:
Work Phone [ ]:
Home Phone [ ]:
Other [ ]:
Is the information correct? [Y/n] Y
 

Bisa dilihatkan perbedaan dari kedua perintah tersebut?

Modifikasi User


Untuk modifikasi user di linux kita bisa menggunakan perintah usermod. Berikut contohnya:

# usermod john -a -G mysql
# usermod billy -a -G ftp
 

Perintah diatas maksudnya adalah memasukan user john kedalam group mysql dan user billy kedalam group ftp.

Menghapus User


Ada 2 perintah untuk menghapus user di linux, yaitu userdel dan deluser:


1. userdel

# userdel -f john

File konfigurasi untuk userdel terletak didalam file /etc/login.defs , dengan opsi -f perintah diatas akan menghapus user meskipun user dalam keadaan terkoneksi kedalam sistem.


2. deluser

# deluser billy

File konfigurasi untuk deluser terletak didalam file /etc/deluser.conf , perintah diatas akan menghapus user tetapi direktori home, mail, dan file lainnya tidak terhapus. Ada beberapa opsi untuk perintah ini diantaranya:

·        backup = Melakukan backup untuk semua file yang dimiliki user tersebut

·        backup-to = Melakukan backup dengan spesifikasi tempat menyimpannya, default penyimpanan di direktori home

·        remove-home = Remove the user home

·        remove-all-file = Menghapus semua file yang dimilik oleh semua user tersebut

·        group = Menghapus user dari dalam suatu group

·        system = Mengahapus user dan group yang ada dalam sistem

·        conf = Digunakan dengan file konfigurasi yang terletak di /etc/deluser.conf dan /etc/adduser.conf

Manajemen Group


Daftar group yang terdapat di linux bisa dilihat dalam file /etc/group , didalamnya terdapat informasi ada group apa saja yang terdapat pada sistem.

Membuat Group


Untuk membuat group di linux menggunakan perintah addgroup.

# addgroup marketing
 

Menghapus Group


Untuk menghapus group di linux menggunakan perintah delgroup.


# delgroup marketing



Perbedaan User biasa dan Super User di Linux


Dalam Sistem Linux secara umum, struktur direktori dasar semua disamakan pada setiap Distribusi Linux akan tetapi pada bagian sub direktori sistem terkadang terjadi perbedaan antara Distribusi Linux Debian dengan distribusi Linux lainnya. Dalam System Linux secara umum juga dikenal dengan user biasa dan super user (user root). Perbedaan antara user biasa dan super user yaitu terdapat pada hak akses user tersebut.

·       User biasa merupakan user yang memiliki hak akses hanya pada bagian direktori “/home”. Misalnya Anda memiliki user biasa dengan username “apriani”, maka tidak direktori usernya berada di direktori “/home” dengan lokasi “/home/apriani”., dengan demikian user “apriani” (user biasa) tersebut hanya dapat mengakses sepenuhnya terhadap direktori “/home/apriani”.
Super user atau biasa disebut user root merupakan user yang memiliki hak akses penuh terhadap system, baik direktori user biasa maupun direktori system lainnya. Cakupan yang dapat diakses oleh user root yakni semua direktori sistem antara lain:

o   Direktori “/bin”
o   Direktori “/boot”
o   Direktori “/dev”
o   Direktori “/etc”
o   Direktori “/home”
o   Direktori “/lib”
o   Direktori “/media”
o   Direktori “/mnt”
o   Direktori “/opt”
o   Direktori “/proc”
o   Direktori “/root”
o   Direktori “/sbin”
o   Direktori “/selinix”
o   Direktori “/srv”
o   Direktori “/sys”
o   Direktori “/tmp”
o   Direktori “/usr”
o   Direktori “/var”











Cara Mengganti Background Bootloader pada CentOS

1. Pilih foto yang ingin anda jadikan Background

2. Lalu Copy & Paste foto tersebut dan letakkan di Destop (untuk mempermudah) atau anda bisa meletakkan foto tersebut di folder lain

3. Setelah itu klik kanan pada foto, Pilih GNU Image Manipulation Program

4. Setelah foto sudah berada pada GNU Image Manipulation Program, Klik kanan pada foto tersebut, lalu pilih Image > Scale Image > Atur image size, dimana Width : 640 & Height : 480 dan rantai pada size tersebut di lepas lalu klik Scale
 

5. Klik kanan lagi pada foto tersebut, lalu pilih Image > Mode > Indexed > Atur maximum number of colors :14, Lalu klik convert.

6. Kemudian klik file > Save As > Simpan foto tersebut dengan nama "ica.xpm" > Save

7. Setelah itu kita buka Terminal, dimana pada terminal pertama kali kita masuk ke Super user

8. Lalu, kita masuk ke dalam "Vi" kemudian pada vi kita isi Splashimage nya = (hd0,5)/boot/grub/ica.xpm.gz (sesuai dengan nama foto yang kita simpan tadi). Dan jika ingin membuat password, maka pada bagian atas title ketik "Password 1234" dimana password CentOS kita nanti 1234, Lalu kita ketik Esc > wq! Untuk menyimpan dan keluar dari vi tersebut.




9. Lalu pada terminal, kita ketik lagi gzip /home/leo/Destop/background.xpm (Untuk mengkompresi file foto ica.xpm yang ada pada Destop

10. Kemudian ketik mv /home/leo/Destop/background.xpm.gz /boot/grub/ (Untuk memindahkan foto bavkground.xpm.gz yang berada pada Destop ke dalam bootloader nya

11. Kemudian Reboot PC kita tersebut

12. Ketika proses reboot sudah berjalan, maka saat masuk untuk pemilihan OS, terlihat bahwa background bootloader sudah terganti seperti gambar berikut














 LINK HASIL PRETEST :












Komentar

Postingan populer dari blog ini

Analisis Rangkaian AC

Rangkaian Listrik