Rangkaian Listrik
Ø Rangkaian Listrik Kompleks
Diberikan
sebuah rangkaian listrik seperti gambar berikut :
Tentukan :
a. Hambatan pengganti
b. Kuat arus rangkaian
c. Kuat arus yang melalui R4
d. Kuat arus yang melalui R1, R2, dan R3
e. Beda potensial ujung-ujung hambatan
R4
f. Beda potensial ujung-ujung R1 dan Beda
potensial ujung-ujung R2
g. Daya
yang diserap R1
PENYELESAIAN:
a. Hambatan pengganti
b. Kuat arus
rangkaian
c. Kuat arus yang melalui R4 sama dengan kuat arus rangkaian
I4 = I = 1,2 A
d. * Kuat arus yang melalui R1
* Kuat
arus yang melalui R2
* Kuat arus yang melalui R3
e. Beda potensial ujung-ujung hambatan R4
V4 = I4R4 = (1,2)(10) = 12 volt
f. * Beda potensial ujung-ujung R1
V1 = I1R1 = (0,6)(20) = 12 volt
V1 = I1R1 = (0,6)(20) = 12 volt
* Beda
potensial ujung-ujung R2 sama dengan beda potensial pada ujung R1
karena dirangkai parallel
g. Daya yang diserap R1
P1 =
V1I1 = (12)(0,6) = 7,2 watt
Ø Konsep Dasar
Rangkaian Listrik adalah interkoneksi dari sekumpulan elemen atau komponen
penyusunnya, ditambah dengan rangkaian penghubungnya. Dimana disusun dengan
cara-cara tertentu, dan minimal memiliki satu lintasan tertutup. Contohnya
seperti gambar di bawah ini yaitu :
Gambar di atas merupakan salah satu contoh dari suatu
rangkaian tertutup atau lintasan tertutup yang diantaranya tidak ada jalur yang
terbuka, semuanya saling terhubung dan membentuk sebuah rangkaian. Syarat suatu gabungan komponen - komponen elektronika
yaitu memiliki Lintasan tertutup atau biasa disebut loop, Loop merupakan suatu
lintasan yang dimulai dari titik awal dan akan kembali lagi ke titik awal
tersebut tanpa terputus dan tidak memandang seberapa jauh atau dekat lintasan
yang ditempuh.
Ø Hukum Ohm
Pengertian Hukum Ohm merupakan sebuah teori
yang membahas mengenai hubungan antara Tegangan (Volt), Arus (Ampere), dan
Hambatan listrik dalam sirkuit (Ohm). 1 Ohm adalah hambatan listrik yang
menyebabkan perbedaan satu volt saat arus sebasar 1 Ampere mengalir.
Bunyi hukum Ohm:
“Kuat arus listrik pada suatu beban
listrik berbanding lurus dengan tegangan dan berbanding terbalik dengan
hambatan”.
Rumus Hukum Ohm:
Lambang dari hambatan
adalah R, lambang dari Arus adalah I, dan lambang dari tegangan adalah V. Berdasarkan hukum Ohm diatas maka
bisa diambil rumus sebagai berikut ini;
Keterangan:
I = Besar arus yang mengalir pada penghantar => dengan satuan Volt
V = Besar tegangan pada penghantar => dengan satuan Volt
R = Besar hambatan =>
dengan satuan Ohm
Berdasarkan patokan
rumus diatas maka kita bisa mencari Nilai I, V, dan R pada suatu rangkaian
listrik. Untuk mencari R, caranya cukup dengan menggunakan logika berdasarkan
rumus diatas.
Contohnya :
1. Jika
di nilai Tegangan di Voltmeter (V) adalah 12V dan nilai Arus Listrik (I) di
Amperemeter adalah 0.5A. Berapakah nilai Resistansi pada Potensiometer ?
V = 12 V I = 0,5 A Jawab : R = V / I R = 12 /0.5 R = 24 Ohm Jadi, nilai resistensi pada potoensiometer yaitu 24 Ohm
V = 12 V I = 0,5 A Jawab : R = V / I R = 12 /0.5 R = 24 Ohm Jadi, nilai resistensi pada potoensiometer yaitu 24 Ohm
Hukum Kirchoff 1 dan 2
Pada peralatan listrik,
kita biasa menjumpai rangkaian listrik yang bercabang-cabang. Untuk menghitung
besarnya arus listrik yang mengalir pada setiap cabang yang dihasilkan oleh
sumber arus listrik.
Gustav Kirchhoff (1824-1887) mengemukakan
dua aturan hukum yang dapat digunakan untuk membantu perhitungan tersebut.
Hukum Kirchoff 1 disebut hukum titik cabang dan Hukum Kirchhoff 2
disebut hukum loop.
Ø Hukum Kirchoff 1
Di pertengahan abad 19 Gustav
Robert Kirchoff (1824 – 1887) menemukan cara untuk menentukan arus listrik
pada rangkaian bercabang yang kemudian di kenal dengan Hukum Kirchoff.
Bunyi Hukum kirchoff 1:
“Jumlah kuat arus yang masuk dalam
titik percabangan sama dengan jumlah kuat arus yang keluar dari titik
percabangan”.
Rumus Hukum Kirchoff 1:
Bunyi hukum Kirchoff 1
di atas, Yang kemudian di kenal sebagai hukum Kirchoff I. Secara matematis
dinyatakan :
∑Imasuk = ∑Ikeluar
Contoh :
Sebuah
rangkaian memiliki 6 buah arus (I1, I2, I3, I4, I5, dan I6) sepetri gambar di bawah. Besarnya arus masing-masing adalah 6, 5, 3, 4, dan 2 dalam satuan Ampere (A). Berapakah besarnya arus I6?
Diketahui:
I1 = 6A, I2 = 5A, I3 = 3A, I4 = 4A, dan I5 = 2A
Ditanya:
I6?
Jawab:
Untuk soal ini, kita pakai teori hukum Kirchoff 1:
∑Imasuk = ∑Ikeluar
I1 + I2 + I3 = I4 + I5 + I6
6 + 5 + 3 = 4 + 2 + I6
14 = 6 + I6
8 A = I6
Jadi, besarnya I6
adalah 8 A.
Ø
Hukum Kirchoff 2
Hukum Kirchoff secara
keseluruhan ada 2, setelah yang diatas dijelaskan tentang hukum beliau yang ke
1. Hukum Kirchoff 2 dipakai untuk menentukan kuat arus yang mengalir pada
rangkaian bercabang dalam keadaan tertutup (saklar dalam keadaan tertutup).
Perhatikan gambar berikut!
Bunyi Hukum Kirchoff 2:
“Dalam rangkaian tertutup, Jumlah aljabbar
GGL (E) dan jumlah penurunan potensial sama dengan nol”.
Maksud dari jumlah
penurunan potensial sama dengan nol adalah tidak ada energi listrik yang hilang
dalam rangkaian tersebut, atau dalam arti semua energi listrik bisa digunakan
atau diserap.
Contoh :
Diketahui :
R1 = 10Ω
R2 = 20Ω
R3 = 40Ω
V1 = 10V
V2 = 20V
Ø
Pengertian
Komponen Elektronika Aktif dan Komponen Elektronika
Pasif Komponen
Elektronika adalah elemen dasar yang digunakan untuk membentuk suatu rangkaian
elektronika dan biasanya dikemas dalam bentuk diskrit dengan dua atau lebih
terminal penghubung.
Setiap komponen elektronika memiliki
fungsinya masing-masing dalam suatu rangkaian elektronika, ada yang berfungsi
sebagai penghambat, ada yang berfungsi sebagai penguat, ada yang berfungsi
sebagai penghantar, ada juga yang berfungsi sebagai penyaring dan ada yang
berfungsi sebagai pengendali. Komponen-komponen Elektronika tersebut juga
memiliki nilai dan tipenya masing-masing sehingga dapat menjalankan fungsinya
sesuai dengan keinginan para perancang rangkaian elektronika.
Pengelompokan Komponen-komponen Elektronika
Berdasarkan
karakteristiknya, Komponen Elektronika dapat diklasifikasikan menjadi dua
kelompok utama, yaitu :
1.
komponen
elektronika aktif
2.
komponen
elektronika pasif.
1. Komponen
Elektronika Aktif (Active Electronic Components)
Komponen Elektronika Aktif adalah jenis komponen elektronika yang memerlukan arus eksternal untuk
dapat beroperasi. Dengan kata lain, komponen elektronika aktif hanya dapat
berfungsi apabila mendapatkan sumber arus listrik dari luar (eksternal).
Komponen-komponen elektronika yang
digolongkan sebagai komponen Aktif adalah Dioda, Transistor dan IC (Intragrated
Circuit) yang terbuat dari bahan semikonduktor seperti silikon, germanium,
selenium dan metal oxides.
a.
Dioda
Dioda adalah Komponen Elektronika Aktif yang berfungsi untuk
menghantarkan arus listrik ke satu arah dan menghambat arus listrik dari arah
sebaliknya. Dioda terdiri dari dua Elektroda yaitu Anoda dan Katoda. Yang
termasuk dalam keluarga Dioda diantaranya seperti LED (Light Emitting Diode),
DIAC, Dioda Zener, Dioda Penyearah, Dioda Foto, Dioda Schottky, Dioda Tunnel
dan Dioda Laser.
b.
Transistor
Transistor adalah Komponen Elektronika Aktif yang berfungsi
sebagai Penguat, Penyearah, Pengendali, Mixer dan Osilator. Komponen yang
termasuk dalam keluarga Transistor diantaranya seperti Transistor Bipolar (NPN
& PNP), Transistor Foto, TRIAC, MOSFET, JFET dan UJT.
c.
IC (Integrated Circuit/Sirkuit Terpadu)
Integrated Circuit atau sering disingkat dengan IC adalah Komponen
Elektronika Aktif yang terdiri dari gabungan ratusan bahkan jutaan Transistor,
Resistor dan komponen lainnya yang diintegrasi menjadi sebuah Rangkaian
Elektronika dalam sebuah kemasan kecil.
Berdasarkan fungsinya, IC dapat dikelompokan lagi menjadi IC
Pewaktu (Timer), IC Comparator (Pembanding), IC Logic gates (Gerbang Logika),
IC Switching (Pengendali) dan IC Amplifier (Penguat).
2.
Komponen Elektronika Pasif (Pasive Electronic Components)
Komponen Elektronika Pasif adalah jenis Komponen elektronika yang
tidak memerlukan sumber arus listrik eksternal untuk pengoperasiannya.
Komponen-komponen elektronika yang digolongkan sebagai komponen pasif
diantaranya seperti Resistor, Kapasitor dan Induktor.
a. Resistor
Resistor atau Hambatan adalah Komponen Elektronika Pasif yang
berfungsi untuk menghambat dan mengatur arus listrik dalam suatu rangkaian
Elektronika. Satuan Nilai Resistor atau Hambatan adalah Ohm (Ω). Komponen-komponen yang termasuk dalam keluarga
Resistor diantaranya seperti Resistor bernilai tetap, resistor yang dapat
diatur hambatannya (variable resistor atau potensiometer), LDR (Light Dependent
Resistor) dan Thermistor (PTC dan NTC).
b. Kapasitor
Kapasitor (Capacitor) atau Kondensator (Condensator) adalah
Komponen Elektronika Pasif yang dapat menyimpan muatan listrik dalam waktu
sementara dengan satuan kapasitansinya adalah Farad. Komponen-komponen yang termasuk
dalam keluarga Kapasitor tersebut diantaranya adalah Kapasitor nilai tetap
(Keramik, kertas, mika, tantalum dan elektrolit), kapasitor yang nilai dapat
diatur kapasitasnya (VARCO dan Trimmer).
c.
Induktor
Induktor atau dikenal juga dengan Coil adalah Komponen Elektronika
Pasif yang terdiri dari susunan lilitan Kawat yang membentuk sebuah Kumparan.
Induktor akan menimbulkan medan magnet saat dialiri arus listrik. Satuan
Induktansi pada Induktor adalah Henry (H). Komponen-komponen yang termasuk
dalam keluarga Induktor diantaranya seperti air core inductor, iron core
inductor, ferrite core inductor, torroidal core inductor, laminated core inductor
dan variable inductor.
SUMBER
:
Komentar
Posting Komentar