[NURLAELA JUMADIL]_[201731267]_[TD 1]_H

Rangkaian Seri dan Paralel Induktor serta Cara Menghitungnya 


Rangkaian Seri dan Paralel Induktor serta Cara Menghitungnya – Seperti halnya Komponen Pasif lainnya (Kapasitor dan Resistor), Induktor atau Coil juga dapat dirangkai secara seri dan paralel untuk mendapatkan nilai Induktansi yang diinginkan. Induktor adalah komponen pasif elektronika yang terdiri lilitan kawat dan mampu menyimpan energi pada medan magnet yang ditimbulkan oleh arus listrik yang melewatinya. Kemampuan penyimpanan energi pada medan magnet ini disebut dengan Induktansi dengan satuan unitnya Henry yang dilambangkan dengan huruf “H”.

      Perlu diketahui bahwa tidak semua nilai Induktansi diproduksi secara massal oleh produsen. Oleh karena itu, untuk mendapatkan nilai induktansi yang diinginkan kita dapat merangkai dua atau lebih induktor secara seri maupun paralel.


1. Rangkaian Seri Induktor

    Rangkaian Seri Induktor adalah sebuah rangkaian yang terdiri dari 2 atau lebih induktor yang disusun sejajar atau berbentuk seri. Rangkaian Seri Induktor ini menghasilkan nilai Induktansi yang merupakan penjumlahan dari semua Induktor yang dirangkai secara seri ini.

Rumus Rangkaian Seri Induktor




Rumus Rangkaian Seri Induktor adalah sebagai berikut :

Dimana :
Ltotal = Total Nilai Induktor
L1 = Induktor ke-1
L2 = Induktor ke-2
L3 = Induktor ke-3
Ln = Induktor ke-n
Contoh Kasus Rangkaian Seri Induktor
Berdasarkan gambar contoh rangkaian Seri Induktor diatas, diketahui bahwa nilai Induktor :


L1 = 100nH
L2 = 470nH
L3 = 30nH
Ltotal= ?

Penyelesaiannya :
Ltotal = L1 + L2 + L3
Ltotal = 100nH + 470nH + 30nH
Ltotal = 600nH

2. Rangkaian Paralel Induktor

Rangkaian Paralel Induktor adalah sebuah rangkaian yang terdiri 2 atau lebih Induktor yang dirangkai secara berderet atau berbentuk Paralel.

Rumus Rangkaian Seri Induktor



Rumus Rangkaian Seri Induktor adalah sebagai berikut :



Dimana :
Ltotal = Total Nilai Induktor

L1 = Induktor ke-1

L2 = Induktor ke-2

L3 = Induktor ke-3
Ln = Induktor ke-n

Contoh Kasus Perhitungan Rangkaian Paralel
Berdasarkan gambar contoh rangkaian Paralel Induktor diatas, diketahui bahwa nilai Induktor :
L1 = 100nH
L2 = 300nH
L3 = 30nH
Ltotal = ?
Penyelesaiannya
1/Ltotal = 1/L1 + 1/L2 + 1/L3
1/Ltotal = 1/100nH + 1/300nH + 1/30nH
1/Ltotal = 3/300 + 1/300 + 10/300
1/Ltotal = 14/300
1/Ltotal = 14 x L = 1 x 300 (hasil kali silang)
1/Ltotal = 300/14
1/Ltotal = 21,428nH

3. Rangkaian Campuran

Rangkaian Campuran adalah gabungan dari rangkaian seri dan rangkaian paralel. Rangkaian campuran biasanya juga terdapat pada rangkaian listrik. Untuk dapat mencari besarnya hambatan yang terdapat pada rangkaian campuran, terlebih dahulu kita harus mencari besaran hambatan pada tiap-tiap model rangkaian (seri dan paralel), setelah kita menemukan besaran hambatan pada kedua rangkaian tersebut kemudian kita mencari hambatan dari gabungan rangkaian akhir yang telah kita dapat.
    Rangkaian campuran  juga merupakan gabungan atau kombinasi rangkaian seri dan paralel. Agar lebih mudah untuk menyelesaikan hambatan total pada rangkaian seri, cara yang paling mudah adalah mengerjakan rangkaian paralel terlebih dahulu.
Contoh Gambar Rangkaian Campuran











Contoh 1 Rangkaian Campuran
Rangkaian Campuran yang dapat dihubungkan dengan rangkaian paralel adalah kendaraan bermotor yang sebagian besar komponennya terdapat beban listrik yang lebih banyak dari rangkaian seri. Masing masing dari rangkaian tersebut dapat di hubungkan atau di putuskan tanpa mempengaruhi rangkaian yang lain. 
Rangkaian seri dan rangkaian paralel adalah 2 jenis rangkaian yang di gunakan untuk menghubungkan satu atau lebih komponen listrik menjadi satu kesatuan rangkaian. Penggabungan kedua rangkaian ini di sebut dengan Rangkaian Campuran.
Contoh 2 Rangkaian Campuran
Diketahui terdapat rangkaian campuran resistor seperti pada gambar di bawah.
Hitunglah hambatan keselurahan pada rangkaian tersebut !

Jawab :
Untuk mengerjakan soal seperti ini, yang pertama harus kita cari adalah hambatan pada masing masing resistor yang dihubungkan secara seri setelah itu baru hubungan paralelnya. Seperti berikut ini:
Rs1 = R1 + R2 = 4 + 3 = 7 Ω
Rs2 = R3 + R4 = 5 + 6 = 11 Ω

\frac{1}{RT} = \frac{1}{Rs1} + \frac{1}{Rs2}
\frac{1}{RT} = \frac{1}{7} + \frac{1}{11}
\frac{1}{RT} = \frac{11}{77} + \frac{7}{77}
\frac{1}{RT} = \frac{18}{77}
RT = \frac{77}{18} = 4, 28 Ω

SUMBER : [1-2]
- https://teknikelektronika.com/rangkaian-seri-dan-paralel-induktor-cara-menghitungnya
http://www.rangkaianelektronika.org/rangkaian-campuran.htm
- https://tekniklistrik.com/cara-menghitung-nilai-hambatan-rangkaian-resistor-seri-paralel-dan-campuran-beserta-contoh-soalnya/



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Analisis Rangkaian AC

Rangkaian Listrik