MATERI GRAF 2
v GRAF (2)
· Graf Planar (Planar Graph)
dan Graf Bidang (Plane Graph)
Graf yang dapat digambarkan pada bidang datar
dengan sisi-sisi tidak saling memotong (bersilangan) disebut graf planar, jika
tidak, maka ia disebut graf tak-planar.
K4 adalah graf planar:
K5 adalah graf tidak planar:
Graf planar yang digambarkan dengan sisi-sisi yangtidak saling berpotongan
disebut graf bidang (plane graph).
Tiga buah graf planar. Graf (b) dan (c) adalah graf bidang.
Persoalan utilitas (utility problem)
a)
Graf persoalan utilitas (K3,3),
b)
graf persoalan utilitas bukan graf planar.
Perancangan IC (Integrated Circuit)
Tidak boleh ada kawat-kawat di
dalam ICboard yang saling bersilangan -> dapat menimbulkan
interferensi arus listrik ->malfunction
Perancangan kawat memenuhi
prinsip graf planar
Sisi-sisi pada graf bidang membagi bidang datar menjadi beberapa wilayah (region)
atau muka (face).
Hubungan antara jumlah simpul (n), jumlah sisi (e), dan
jumlah wilayah (f) pada graf bidang:
n – e + f = 2 (Rumus Euler)
n – e + f = 2 (Rumus Euler)
1.
Contoh :
Misalkan graf sederhana planar memiliki 24 buah simpul, masing-masing simpul berderajat 4. Representasi planar dari graf tersebut membagi bidang datar menjadi sejumlah wilayah atau muka. Berapa banyak wilayah yang terbentuk?
Jawaban:
Diketahui
Misalkan graf sederhana planar memiliki 24 buah simpul, masing-masing simpul berderajat 4. Representasi planar dari graf tersebut membagi bidang datar menjadi sejumlah wilayah atau muka. Berapa banyak wilayah yang terbentuk?
Jawaban:
Diketahui
n = jumlah simpul = 24,
maka jumlah derajat seluruh
simpul = 24 x 4 = 96.
Menurut lemma jabat tangan, jumlah derajat = 2 x jumlah sisi,
Menurut lemma jabat tangan, jumlah derajat = 2 x jumlah sisi,
sehingga jumlah sisi = e =
jumlah derajat/2 = 96/2 = 48.
Dari rumus Euler, n – e + f = 2,
Dari rumus Euler, n – e + f = 2,
sehingga f = 2 – n + e = 2 – 24 + 48 = 26 buah.
Pada graf planar sederhana terhubung dengan f buah wilayah, n
buah simpul, dan e buah sisi (e > 2) selalu berlaku: e
<= 3n – 6
Ketidaksamaan yang terakhir dinamakan ketidaksamaan Euler, yang dapat
digunakan untuk menunjukkan keplanaran suatu graf sederhana kalau graf planar,
maka ia memenuhi ketidaksamaan Euler, sebaliknya jika tidak planar maka
ketidaksamaan tersebut tidak dipenuhi.
Contoh:
Pada K4, n = 4, e = 6, memenuhi ketidaksamaan Euler,
sebab 6 <= 3(4) – 6. Jadi, K4 adalah graf planar.
Pada graf K5, n = 5 dan e = 10, tidak memenuhi ketidaksamaan Euler sebab 10 <= 3(5) – 6. Jadi, K5 tidak planar.
Pada graf K5, n = 5 dan e = 10, tidak memenuhi ketidaksamaan Euler sebab 10 <= 3(5) – 6. Jadi, K5 tidak planar.
Ketidaksamaan e = 9, n = 6 tidak berlaku untuk K3,3 karena 9 <= (3)(6) – 6 = 12 (jadi, e <= 3n – 6) padahal graf K3,3 bukan graf planar!
Buat asumsi baru: setiap daerah pada graf planar dibatasi oleh paling sedikit empat buah sisi, Dari penurunan rumus diperoleh e <= 2n – 4
Contoh :
Graf K3,3 pada Gambar di bawah memenuhi ketidaksamaan e
<= 2n – 4, karena :
e = 9, n = 6 9 <= (2)(6) – 4 = 8 (salah) yang berarti K3,3
bukan graf planar.
Ø Teorema Kuratoswki
Berguna untuk menentukan dengan tegas keplanaran suatu graf.
Gambar :
a)
Graf Kuratowski pertama (K5)
b)
Graf Kuratowski kedua (K3, 3)
c)
Graf yang isomorfik dengan graf Kuratowski kedua
ü Sifat graf Kuratowski adalah:
1.
Kedua graf Kuratowski adalah graf teratur.
2.
Kedua graf Kuratowski adalah graf tidak-planar
3.
Penghapusan sisi atau simpul dari graf Kuratowski
menyebabkannya menjadi graf planar.
4.
Graf Kuratowski pertama adalah graf tidak-planar dengan
jumlah simpul minimum, dan graf Kuratowski kedua adalah graf tidak-planar
dengan jumlah sisi minimum.
TEOREMA Kuratowski. Graf G bersifat planar
jika dan hanya jika ia tidak mengandung upagraf yang isomorfik dengan salah
satu graf Kuratowski atau homeomorfik (homeomorphic) dengan salah satu
dari keduanya.
Gambar Tiga buah graf yang homemorfik
satu sama lain.
Contoh:
Kita gunakan Teorema Kuratowski untuk memeriksa keplanaran graf. Graf G di
bawah ini bukan graf planar karena ia mengandung upagraf (G1) yang sama
dengan K3,3.
Graf G tidak planar karena ia mengandung upagraf yang sama dengan K3,3.
Graf G tidak planar karena ia mengandung upagraf (G1) yang
homeomorfik dengan K5 (dengan membuang simpul-simpul yang berderajat 2
dari G1, diperoleh K5).
Gambar Graf G, upagraf G1 dari G yang
homeomorfik dengan K5.
Ø Lintasan dan Sirkuit Euler
Lintasan Euler ialah lintasan yang melalui
masing-masing sisi di dalam graf tepat satu kali. Sirkuit Euler ialah sirkuit
yang melewati masing-masing sisi tepat satu kali.
Graf yang mempunyai sirkuit Euler disebut graf Euler (Eulerian graph).
Graf yang mempunyai lintasan Euler dinamakan juga graf semi-Euler (semi-Eulerian
graph).
Contoh.
Lintasan Euler pada graf (a) : 3, 1, 2, 3, 4, 1
Lintasan Euler pada graf (b) : 1, 2, 4, 6, 2, 3, 6, 5, 1, 3
Sirkuit Euler pada graf (c) : 1, 2, 3, 4, 7, 3, 5, 7, 6, 5, 2, 6, 1
Lintasan Euler pada graf (a) : 3, 1, 2, 3, 4, 1
Lintasan Euler pada graf (b) : 1, 2, 4, 6, 2, 3, 6, 5, 1, 3
Sirkuit Euler pada graf (c) : 1, 2, 3, 4, 7, 3, 5, 7, 6, 5, 2, 6, 1
Sirkuit Euler pada graf (d) : a, c, f, e, c,
b, d, e, a, d, f, b, a
Graf (e) dan (f) tidak mempunyai lintasan maupun sirkuit Euler
Graf (e) dan (f) tidak mempunyai lintasan maupun sirkuit Euler
(a) dan (b) graf semi-Euler
(c) dan (d) graf Euler
(e) dan (f) bukan graf semi-Euler atau graf Euler
(c) dan (d) graf Euler
(e) dan (f) bukan graf semi-Euler atau graf Euler
TEOREMA.
Graf tidak berarah memiliki lintasan Euler jika (graf semi-Euler) dan hanya
jika terhubung dan memiliki dua buah simpul berderajat ganjil atau tidak ada
simpul berderajat ganjil sama sekali.
TEOREMA.
Graf tidak berarah G adalah graf Euler (memiliki sirkuit Euler) jika
dan hanya jika setiap simpul berderajat genap.
TEOREMA.
(a)
Graf berarah G memiliki sirkuit Euler jika dan
hanya jika G terhubung dan setiap simpul memiliki derajat-masuk dan
derajat-keluar sama.
(b)
G memiliki lintasan Euler jika dan hanya jika G terhubung
dan setiap simpul memiliki derajat-masuk dan derajat-keluar sama kecuali dua
simpul,yang pertama memiliki derajat-keluar satu lebih besar derajat-masuk, dan
yang kedua memiliki derajat-masuk satu lebih besar dari derajat-keluar.
Gambar
(a)
Graf berarah Euler (a, g, c, b,
g, e, d, f, a)
(b)
Graf berarah semi-Euler (d, a, b,
d, c, b)
(c)
Graf berarah bukan Euler maupun semi-Euler
Ø Lintasan dan Sirkuit Hamilton
Lintasan Hamilton ialah lintasan yang melalui tiap simpul di dalam graf
tepat satu kali.
Sirkuit Hamilton ialah sirkuit yang melalui tiap simpul di dalam graf tepat satu kali, kecuali simpul asal (sekaligus simpul akhir) yang dilalui dua kali.
Graf yang memiliki sirkuit Hamilton dinamakan graf Hamilton, sedangkan graf yang hanya memiliki lintasan Hamilton disebut graf semi-Hamilton.
Sirkuit Hamilton ialah sirkuit yang melalui tiap simpul di dalam graf tepat satu kali, kecuali simpul asal (sekaligus simpul akhir) yang dilalui dua kali.
Graf yang memiliki sirkuit Hamilton dinamakan graf Hamilton, sedangkan graf yang hanya memiliki lintasan Hamilton disebut graf semi-Hamilton.
(a)
graf yang memiliki lintasan Hamilton (misal: 3, 2, 1,
4)
(b)
graf yang memiliki lintasan Hamilton (1, 2, 3, 4, 1)
(c)
graf yang tidak memiliki lintasan maupun sirkuit
Hamilton
(a)
Dodecahedron Hamilton,
(b)
graf yang mengandung sirkuit Hamilton
TEOREMA.
Syarat cukup supaya graf sederhana G dengan n (>= 3)
buah simpul adalah graf Hamilton ialah bila derajat tiap simpul paling sedikit n/2
(yaitu, d(v) >= n/2 untuk setiap simpul v di
G). (coba nyatakan dalam “jika p maka q”)
TEOREMA. Setiap graf lengkap adalah graf Hamilton.
TEOREMA. Di dalam graf lengkap G dengan n buah simpul (n >= 3), terdapat (n – 1)!/2 buah sirkuit Hamilton.
TEOREMA. Setiap graf lengkap adalah graf Hamilton.
TEOREMA. Di dalam graf lengkap G dengan n buah simpul (n >= 3), terdapat (n – 1)!/2 buah sirkuit Hamilton.
TEOREMA. Di dalam graf lengkap G dengan
n buah simpul (n >= 3 dan n ganjil), terdapat (n –
1)/2 buah sirkuit Hamilton yang saling lepas (tidak ada sisi yang beririsan).
Jika n genap dan n ³ 4, maka di dalam G terdapat (n
–2)/2 buah sirkuit Hamilton yang saling lepas.
Contoh.
Sembilan anggota sebuah klub bertemu tiap hari untuk makan siang pada
sebuah meja bundar. Mereka memutuskan duduk sedemikian sehingga setiap anggota
mempunyai tetangga duduk berbeda pada setiap makan siang. Berapa hari
pengaturan tersebut dapat dilaksanakan?
Jawaban:
Jawaban:
Jumlah pengaturan tempat duduk yang berbeda adalah (9 – 1)/2 = 4.
Beberapa graf dapat mengandung sirkuit Euler dan sirkuit Hamilton
sekaligus, mengandung sirkuit Euler tetapi tidak mengandung sirkuit Hamilton,
dan sebagainya..
(a)
Graf Hamilton sekaligus graf Euler
(b)
Graf Hamilton sekaligus graf semi-Euler
Komentar
Posting Komentar