MATERI HIMPUNAN
v Pengertian Himpunan
· Himpunan adalah kumpulan benda atau objek yang dapat didefinisikan dengan jelas. Anggota himpunan disebut anggota atau elemen himpunan.
· Himpunan merupakan kumpulan dari elemen-elemen yang di defenisikan menjadi satu kesatuan yang jelas
· Himpunan adalah sekelompok / kumpulan benda atau objek yang anggotanya dapat didefinisikan / ditentukan dengan jelas.
· Himpunan (set) adalah kumpulan objek-objek yang berbeda.
· Objek di dalam himpunan di sebut elemen, unsur, atau anggota.
Contoh:
1. A adalah himpunan nama kota di Jawa Tengah. Anggota himpunan A adalah Purwokerto, Semarang, Kebumen, Solo, dan lain-lainnya.
2. B adalah himpunan bilangan bulat lebih dari -3. Anggota himpunan B adalah bilangan -2,-1,0,1,2,3, ...
v Cara Penulisan suatu Himpunan
Untuk menyatakan sebuah himpunan, ada 4 cara penulisan yang bisa dilakukan. yaitu:
1. Enumerasi
Enumerasi adalah cara menyatakan himpunan dengan menuliskan seluruh anggota himpunan di dalam kurung kurawal. Setiap anggota di dalamnya dipisahkan dengan tanda koma.
Contoh:
- A = { jeruk, salak, jambu, semangka, mangga }
(untuk himpunan yang anggotanya sedikit atau terbatas)
- B = { Aceh, Medan, Padang, Palembang, Bengkulu, Lampung, ....., Makasar }
(untuk himpunan yang anggotanya banyak tapi terbatas)
- C = { 2, 3, 5, 7, 11, 13, ..... }
2. Simbol baku
Ada beberapa simbol tertentu yang sudah disepakati untuk menyatakan sebuah himpunan.
Contoh:
- Simbol P biasanya digunakan utnuk menyatakan himpunan bilangan bulat positif, sedangkan
- R digunakan untuk menyatakan sebuah himpunan yang berisi bilangan riil.
3. Notasi
pembentukan himpunan
Himpunan juga bisa dinyatakan dengan cara menulis ciri-ciri umum dari anggota yang ada di dalam himpunan tersebut.
Contoh:
- A = {x|x adalah himpunan bilangan riil}
- A = { x I x < 7, x bilangan asli }
Dibaca: himpunan setiap x sedemikian hingga x adalah kurang dari 7 dan x adalah bilangan asli.
- B = { (x,y) I y + x = 7, x dan y bilangan asli }
Dibaca: himpunan pasangan x dan y sedemikian hingga y ditambah x sama dengan 7 untuk x dan y adalah bilangan asli.
4. Diagram venn
adalah cara menyatakan sebuah himpunan dengan menggambarkannnya dalam bentuk grafis. masing masing himpunan digambarkan dalam sebuah lingkaran dan dilingkupi olah himpunan semesta yang dinyatakan dalam bentuk persegi empat.
Contoh:
- Dalam penelitian yang dilakukan pada sekelompok orang, dipeoleh data 68 orang sarapan dengan nasi, 50 orang sarapan dengan roti, dan 8 orang sarapan nasi dan roti, sedangkan 35 orang sarapannya tidak dengan nasi ataupun roti. Hitung banyaknya orang dalam kelompok tersebut!
Jawaban:

Banyak orang yang ada di dalam kelompok tersebut adalah 60 + 8 + 42 + 35 = 145 orang. Jadi, banyaknya orang dalam kelompok tersebut ada 145 orang.
v Jenis-jenis
Himpunan
Himpunan ada bermacam-macam. Misalnya, himpunan nol, himpunan kosong, himpunan berhingga, himpunan tak berhingga, himpunan sama, himpunan ekuivalen, dan himpunan semesta.
Contoh:
Himpunan bilangan cacah yang anggota
.
Contoh:
- himpunan mahluk hidup yang tidak memerlukan oksigen.
- himpunan bilangan negatif lebih dari satu.
Contoh:
- C = {d,a,p,u,r} dan D = {p,u,d,a,r} maka C = D
- Jika A = { 2, 3, 4, 5 } dan B = { 4, 2, 3, 5} maka A = B
- Setiap anggota himpunan C merupakan anggota himpunan D, berlaku sebaliknya. Dengan demikian, himpunan C = D.
.
Contoh:
R = {1,2,3,4,5}, n(R) = 5
S = {a,i,u,e,o}, n(S) = 5
Karena n(R) = n(S), maka himpunan R ekuivalen dengan himpunan S atau R~S
7. Himpunan Semesta ( Universal set ), yaitu himpunan yang mencakup semua himpunan yang sedang dibicarakan.
5. Himpunan Komplemen, yaitu himpunan yang elemen-elemennya tidak ada di himpunan tersebut tapi
ada di himpunan semestanya.
Contoh :
Jika A = { bilangan bulat positif}, B = {1, 2, 3, 4, 5 } dan C = {1, 2, 3,...} maka himpunan komplemen dari C adalah Cc = {4, 5, 6 ...} dan himpunan komplemen dari B adalah Bc = { 6, 7, 8 … }
.
Contoh:
- himpunan mahluk hidup yang tidak memerlukan oksigen.
- himpunan bilangan negatif lebih dari satu.
9. Bilangan Irrasional
Contoh :
A= {1, 2, 3, 4, 5}
B= {2, 3, 5, 7, 11}
A ∩ B = {2, 3, 5}
Contoh :
A= {1, 2, 3, 4, 5}
B= {2, 3, 5, 7, 11}
A ∪ B = {1, 2, 3, 4, 5, 7, 11}
4. Komplemen
Komplemen dari suatu himpunan A terhadap suatu himpunan semesta S adalah suatu himpunan yang elemennya merupakan elemen S yang bukan elemen A. Komplemen A ditulis A1 atau Ac = {x | x ∈ S dan x Ï A}
Contoh :
A= {1, 2, … , 5}
S = {bil. Asli kurang dari 10}
Ac = {6, 7, 8, 9}
5. Perkalian Kartesian
Perkalian
kartesian dari himpunan A dan B adalah himpunan yang elemennya semua pasangan
berurutan yang mungkin terbentuk dengan komponen pertama dari himpunan A dan
komponen kedua Dari himpunan B. Notasi: A X B = {( a, b ) | a є A dan b є B }
Contoh:
Jika A = { 1, 2, 3} dan B { c, d } maka
A X B = { (1, a ), ( 1, b ), ( 2, a ), ( 2, b ), ( 3, a ), ( 3, b) }
· Himpunan adalah kumpulan benda atau objek yang dapat didefinisikan dengan jelas. Anggota himpunan disebut anggota atau elemen himpunan.
· Himpunan merupakan kumpulan dari elemen-elemen yang di defenisikan menjadi satu kesatuan yang jelas
· Himpunan adalah sekelompok / kumpulan benda atau objek yang anggotanya dapat didefinisikan / ditentukan dengan jelas.
· Himpunan (set) adalah kumpulan objek-objek yang berbeda.
· Objek di dalam himpunan di sebut elemen, unsur, atau anggota.
Contoh:
1. A adalah himpunan nama kota di Jawa Tengah. Anggota himpunan A adalah Purwokerto, Semarang, Kebumen, Solo, dan lain-lainnya.
2. B adalah himpunan bilangan bulat lebih dari -3. Anggota himpunan B adalah bilangan -2,-1,0,1,2,3, ...
Untuk menyatakan sebuah himpunan, ada 4 cara penulisan yang bisa dilakukan. yaitu:
Enumerasi adalah cara menyatakan himpunan dengan menuliskan seluruh anggota himpunan di dalam kurung kurawal. Setiap anggota di dalamnya dipisahkan dengan tanda koma.
Contoh:
- A = { jeruk, salak, jambu, semangka, mangga }
(untuk himpunan yang anggotanya sedikit atau terbatas)
- B = { Aceh, Medan, Padang, Palembang, Bengkulu, Lampung, ....., Makasar }
(untuk himpunan yang anggotanya banyak tapi terbatas)
- C = { 2, 3, 5, 7, 11, 13, ..... }
Ada beberapa simbol tertentu yang sudah disepakati untuk menyatakan sebuah himpunan.
Contoh:
- Simbol P biasanya digunakan utnuk menyatakan himpunan bilangan bulat positif, sedangkan
- R digunakan untuk menyatakan sebuah himpunan yang berisi bilangan riil.
Himpunan juga bisa dinyatakan dengan cara menulis ciri-ciri umum dari anggota yang ada di dalam himpunan tersebut.
Contoh:
- A = {x|x adalah himpunan bilangan riil}
- A = { x I x < 7, x bilangan asli }
Dibaca: himpunan setiap x sedemikian hingga x adalah kurang dari 7 dan x adalah bilangan asli.
- B = { (x,y) I y + x = 7, x dan y bilangan asli }
Dibaca: himpunan pasangan x dan y sedemikian hingga y ditambah x sama dengan 7 untuk x dan y adalah bilangan asli.
adalah cara menyatakan sebuah himpunan dengan menggambarkannnya dalam bentuk grafis. masing masing himpunan digambarkan dalam sebuah lingkaran dan dilingkupi olah himpunan semesta yang dinyatakan dalam bentuk persegi empat.
Contoh:
- Dalam penelitian yang dilakukan pada sekelompok orang, dipeoleh data 68 orang sarapan dengan nasi, 50 orang sarapan dengan roti, dan 8 orang sarapan nasi dan roti, sedangkan 35 orang sarapannya tidak dengan nasi ataupun roti. Hitung banyaknya orang dalam kelompok tersebut!
Jawaban:

Banyak orang yang ada di dalam kelompok tersebut adalah 60 + 8 + 42 + 35 = 145 orang. Jadi, banyaknya orang dalam kelompok tersebut ada 145 orang.
Himpunan ada bermacam-macam. Misalnya, himpunan nol, himpunan kosong, himpunan berhingga, himpunan tak berhingga, himpunan sama, himpunan ekuivalen, dan himpunan semesta.
1.
Himpunan Nol
Himpunan nol
adalah himpunan yang hanya memiliki satu anggota yaitu nol. Himpunan nol dilambangkan
dengan {0}. Contoh:
Himpunan bilangan cacah yang anggota
2.
Himpunan Kosong
Himpunan kosong
adalah himpunan yang tidak memiliki anggota. Himpunan kosong dilambangkan {}
atau Contoh:
- himpunan mahluk hidup yang tidak memerlukan oksigen.
- himpunan bilangan negatif lebih dari satu.
3.
Himpunan Sama
Himpunan A dan B
dikatakan himpunan sama bila setiap anggota himpunan A dan B adalah sama,
dituliskan A = B.Contoh:
- C = {d,a,p,u,r} dan D = {p,u,d,a,r} maka C = D
- Jika A = { 2, 3, 4, 5 } dan B = { 4, 2, 3, 5} maka A = B
- Setiap anggota himpunan C merupakan anggota himpunan D, berlaku sebaliknya. Dengan demikian, himpunan C = D.
4.
Himpunan Ekivalen
Himpunan P dan Q
dikatakan ekuivalen jika banyaknya anggota P sama dengan banyaknya anggota
himpunan Q atau n(P) = n(Q), dituliskan Contoh:
R = {1,2,3,4,5}, n(R) = 5
S = {a,i,u,e,o}, n(S) = 5
Karena n(R) = n(S), maka himpunan R ekuivalen dengan himpunan S atau R~S
5. Himpunan berhingga yaitu himpunan yang jumlah elemennya berhingga.
Contoh :
A = { x ê x adalah 3 bilangan ganjil pertama } = { 1, 3, 5 }
B = { x ê 5 < x < 15
, x = bilangan genap } = { 6, 8, 10, 12, 14 }
6. Himpunan tak berhingga yaitu himpunan yang jumlah
elemennya tidak berhingga.
Contoh :
A = { x ç x adalah bilangan genap > 2 } = { 4, 6, 8, 12, 14, ……… }
B = { x ç x adalah bilangan asli > 5 } = { 6, 7, 8, 9, 10, ……..…… }
7. Himpunan Semesta ( Universal set ), yaitu himpunan yang mencakup semua himpunan yang sedang dibicarakan.
Contoh :
Jika A = {1, 2, 3, 4 } , B = {5, 6, 7, 8} dan C = { 9, 10, 11, 12,}
maka himpunan semestanya N = {1,
2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, 11, 12,}
v Macam-macam Himpunan :
1. Himpunan bagian (Subset)
yaitu himpunan yang semua elemennya ada pada himpunan
yang lain.
Contoh :
Jika A = { 3, 4, 5, 6 } dan B = { 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10 }
maka A Ì B ( A subset dari B ), sedangkan B É A ( B superset dari A) karena B
mengandung semua elemen dari A.
2. Himpunan Saling Lepas
Dua himpunan yang tidak kosong dikatakan
saling lepas jika kedua himpunan itu tidak mempunyai satupun anggota yang sama.
Contoh :
L = { 1, 3, 5, 7, 9, 11, 13, 15 }
G = { 2, 4, 6, 8, 10, 12, 14, 16 }
Coba kalian perhatikan, adakah anggota
himpunan L dan G yang sama ?
Karena tidak ada anggota himpunan L dan G yang sama maka himpunan L dan G
adalah dua himpunan yang saling lepas
3. Himpunan tak saling lepas
Dua himpunan yang tidak kosong dikatakan tidak saling
lepas (berpotongan) jika kedua himpunan itu mempunyai anggota yang
sama
Contoh :
P = { 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8 }
Q = { 2, 4, 6, 8, 10, 12, 14, 16 }
Himpunan P dan himpunan Q tidak saling lepas karena
mempunyai anggota yang sama (persekutuan) yaitu 2, 4, 6, dan 8.
4. Himpunan Kuasa
yaitu himpunan
yang elemen-elemennya merupakan subset dari himpunan yang bersangkutan. Jika
jumlah subset dari sebuah himpunan dengan n elemen = 2n maka jumlah
elemen himpunan kuasa juga sama dengan 2n.
Contoh :
A = { 2, 4 } maka himpunan bagiannya ada
22 = 4, yaitu :
{ 2 } Ì {2, 4}, { 4 } Ì {2, 4}, {2, 4} Ì {2, 4,}, { } Ì {2, 4} maka himpunan kuasa A = {2,4} adalah {{2},{4},{2,4},{ }}
Contoh :
Jika A = { bilangan bulat positif}, B = {1, 2, 3, 4, 5 } dan C = {1, 2, 3,...} maka himpunan komplemen dari C adalah Cc = {4, 5, 6 ...} dan himpunan komplemen dari B adalah Bc = { 6, 7, 8 … }
6. Himpunan Kosong
Himpunan kosong adalah himpunan yang
tidak memiliki anggota. Himpunan kosong dilambangkan {} atau Contoh:
- himpunan mahluk hidup yang tidak memerlukan oksigen.
- himpunan bilangan negatif lebih dari satu.
7. Bilangan Real
Bilangan real adalah bilangan yang merupakan gabungan dari bilangan rasioanal
dan
bilangan irrasioanal sendiri.
Contoh :
0, 1, 2, ½, 4/7, 55/7, √2, √3, √5, .... dan seterusnya.
8. Bilangan Rasional
Bilangan Rasional yaitu bilangan dalam bentuk a/b, dengan a
dan b anggota bilangan
bulat dan b ≠ 0.
Contoh :
1/4 menjadi a = 1 dan b = 4
9. Bilangan Irrasional
Bilangan irrasional adalah bilangan-bilangan yang tidak dapat dinyatakan
sebagai pecahan, atau bilangan yang bukan bilangan rasional.
Contoh :
√2, √3, √5
NB :
√9 = 3, maka √9 bukan bilangan irrasional.
Contoh :
√2, √3, √5
NB :
√9 = 3, maka √9 bukan bilangan irrasional.
10. Bilangan Bulat
Bilangan bulat yaitu bilangan yang terdiri atas bilangan negatif, bilangan 0 (nol), dan bilangan postitif, yaitu : ..., -2, -1, 0, 1, 2, 3, ... , dan seterusnya.
Bilangan bulat yaitu bilangan yang terdiri atas bilangan negatif, bilangan 0 (nol), dan bilangan postitif, yaitu : ..., -2, -1, 0, 1, 2, 3, ... , dan seterusnya.
11. Bilangan Cacah
Bilangan cacah yaitu bilangan yang dimulai dari angka 0 (nol) sampai tak terhingga, yaitu: 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, ..., dan seterusnya.
Bilangan cacah yaitu bilangan yang dimulai dari angka 0 (nol) sampai tak terhingga, yaitu: 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, ..., dan seterusnya.
12. Bilangan Asli
Bilangan Asli yaitu bilangan yang dimulai dari angka 1 (satu) sampai tak terhingga, yaitu: 1, 2, 3, 4, 5, 6, ..., dan seterusnya.
Bilangan Asli yaitu bilangan yang dimulai dari angka 1 (satu) sampai tak terhingga, yaitu: 1, 2, 3, 4, 5, 6, ..., dan seterusnya.
13. Bilangan Prima
Bilangan Prima yaitu bilangan asli yang tepat mempunyai 2 faktor, yaitu 1 dan bilangan itu sendiri, yaitu: 2, 3, 5, 7, 11, 13, ..., dan seterusnya.
Bilangan Prima yaitu bilangan asli yang tepat mempunyai 2 faktor, yaitu 1 dan bilangan itu sendiri, yaitu: 2, 3, 5, 7, 11, 13, ..., dan seterusnya.
v Operasi pada Himpunan
1. Irisan
Irisan dari himpunan A dan B adalah himpunan yang setiap elemennya
merupakan elemen dari himpunan A dan Himpunan B. A irisan B ditulis A ∩ B = {x |
x ∈ A dan x ∈ B}Contoh :
A= {1, 2, 3, 4, 5}
B= {2, 3, 5, 7, 11}
A ∩ B = {2, 3, 5}
2.
Gabungan
Gabungan
dari himpunan A dan B adalah himpunan yang setiap anggotanya merupakan anggota
himpunan A atau himpunan B. A
gabungan B ditulis A ∪ B = {x |
x ∈ A atau
x ∈ B}Contoh :
A= {1, 2, 3, 4, 5}
B= {2, 3, 5, 7, 11}
A ∪ B = {1, 2, 3, 4, 5, 7, 11}
3. Selisih
Selisih dari himpunan A dan B adalah suatu himpunan yang elemennya merupakan
elemen A dan bukan elemen B. A Selisih B ditulis A-B = {x | x ∈ A atau x Ï B}
Contoh :
A= {1, 2, 3, 4, 5}
Selisih dari himpunan A dan B adalah suatu himpunan yang elemennya merupakan
elemen A dan bukan elemen B. A Selisih B ditulis A-B = {x | x ∈ A atau x Ï B}
Contoh :
A= {1, 2, 3, 4, 5}
B= {2, 3, 5, 7, 11}
A-B = {1, 4}Komplemen dari suatu himpunan A terhadap suatu himpunan semesta S adalah suatu himpunan yang elemennya merupakan elemen S yang bukan elemen A. Komplemen A ditulis A1 atau Ac = {x | x ∈ S dan x Ï A}
Contoh :
A= {1, 2, … , 5}
S = {bil. Asli kurang dari 10}
Ac = {6, 7, 8, 9}
5. Perkalian Kartesian
Contoh:
Jika A = { 1, 2, 3} dan B { c, d } maka
A X B = { (1, a ), ( 1, b ), ( 2, a ), ( 2, b ), ( 3, a ), ( 3, b) }
Komentar
Posting Komentar